Rabu, 30 Maret 2016

makalah model pembelajaran langsung

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LatarBelakang
            Model dan pendekatan pada pembelajaran matematika sangat memiliki peranan yang sangat penting dalam pembelajaran. Karena model-model dan pendekatan pada matematika akan membawa setiap siswa untuk menjadi lebih efektif dalam belajar. Tentunya seorang guru, dituntut untuk mampu mengembangkan serta menerapkankannya dalam proses pembelajaran. Sehingga dengan demikian efektivitas pembelajaran matematika akan berjalan dengan baik dan berkualitas.
            Tentunya, model dan pendekatan yang diterapkan harus juga dilihat berdasarkan kepada tingkat psikologi dari setiap pembelajaran sehingga siswa pun dapat mengaplikasikan dan menerapkannya sesuai dengan kemampuan daya berpikir mereka.
            Salah satu cara untuk menjadikan siswa belajar aktif dari awal dapat menggunakan strategi pembelajaran langsung melalui berbagi pengetahuan secara aktif. Strategi pembelajaran langsung ini dirancang untuk mengenalkan siswa terhadap mata pelajaran guna membangun minat, menimbulkan rasa ingin tahu, dan merangsang mereka untuk berpikir. Siswa tidak bisa berbuat apa–apa jika pikiran mereka dikembangkan oleh guru. Banyak guru yang membuat kesalahan dengan mengajar, yakni sebelum siswa merasa terlibat dan siap secara mental guru langsung memberikan materi pelajaran.
B.     RumusanMasalah
  Apa yang dimaksud dengan pembelajaran langsung?
  Apa saja ciri – ciri pembelajaran langsung?
  Bagaimana metode pembelajaran langsung?
  Apa saja kelebihan dan kekurangan dari pembelajaran langsung?

          
C.    TujuanPenulisan
  Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian pembelajaran langsung.
  Mahasiswa dapat menjelaskan ciri – ciri pembelajaran langsung. 
  Mahasiswa dapat menjelaskan bagaimana metode pembelajaran langsung.
  Mahasiswa dapat menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari pembelajaran langsung.















BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Pembelajaran Langsung
Pembelajaran langsung dikembangkan berdasarkan teori belajar social dari Albert Bandura. Pembelajaran langsung adalah model pembelajaran yang dirancang untuk mengajarkan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang diajarkan setahap demi setahap.
Menurut Silbernam (2006), strategi pembelajaran langsung melalui berbagai pengetahuan secara aktif merupakan cara untuk mengenalkan siswa kepada materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga dapat menggunakannya untuk menilai tingkat pengetahuan siswa sambil melakukan kegiatan pembentukan tim. Cara ini cocok pada segala ukuran kelas dengan materi pelajaran apapun.
Cara lain untuk menjadikan siswa belajar aktif dari awal dapat menggunakan berbagai strategi, misalnya strategi pembelajaran langsung melalui berbagi pengetahuan secara aktif. Strategi pembelajaran langsung ini dirancang untuk mengenalkan siswa terhadap mata pelajaran guna membangun minat, menimbulkan rasa ingin tahu, dan merangsang mereka untuk berpikir. Siswa tidak bisa berbuat apa–apa jika pikiran mereka  dikembangkan oleh guru. Banyak guru yang membuat kesalahan dengan mengajar, yakni sebelum siswa merasa terlibat dan siap secara mental guru langsung memberikan materi pelajaran. Penggunaan beberapa strategi berikut ini akan mengoreksi terjadi kecenderungan ini.
B.     Ciri – CiriPembelajaran Langsung
Ciri – ciri pembelajaran langsung antara lain:
         Adanya tujuan pembelajaran dan prosedur penilaian hasil belajar.
         Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran.
         Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang mendukung berlangsung dan   berhasilnya pengajaran.

C.    Metode Pembelajaran Langsung
Pengajaran langsung memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yang cukup rinci terutama pada analisis tugas. Pengajaran langsung berpusat pada guru, tetapi harus menjamin terjadinya keterlibatan siswa. Jadi lingkungannya harus diciptakan yang berorientasi pada tugas-tugas yang diberikan pada siswa.
   Tahapan Perencanaan Pembelajaran
  Tugas perencanaan pada model pembelajaran langsung
  Merumuskan tujuan
Guru harus merumuskan tujuan pembelajaran yang relevan dengan kurikulum
  Memilih isi
  Guru harus mempertimbangkan berapa banyak informasi yang akan diberikan pada siswa dalam kurun waktu tertentu.
  Guru harus selektif dalam memilih konsep yang diajarkan dengan model pembelajaran langsung.
  Melakukan analisis tugas Dengan menganalisis tugas, akan membantu guru menentukan dengan tepat apa yang perlu dilakukan siswa untuk melaksanakan keterampilan yang akan dipelajari.
  Merencanakan waktu
                   Guru harus memperhatikan bahwa kurun waktu yang disediakan sepadan dengan kemampuan dan bakat siswa, memotivasi siswa agar mengerjakan tugas dengan perhatian yang optimal.
   Lima prinsip dasar yang dapat membimbing guru dalam merencana system  penilaian dalam model pembelajaran langsung antara lain:
1.      Sesuai dengan tujuan pembelajaran
2.      Mencakup semua tugas pembelajaran
3.      Menggunakan soal tes yang sesuai
4.      Membuat soal sevalid (terukur) dan sereliabel (konsisten) mungkin
5.      Manfaatkan hasil tes untuk memperbaiki proses belajar mengajar berikutnya
D.    Langkah – Langkah Metode Pembelajaran Langsung
          •Menginformasikan tujuan pembelajaran dan orientasi pelajaran     kepada   siswa. Dalam tahap ini guru menginformasikan hal – hal yang harus dipelajari dan kinerja siswa yang diharapkan.
          •Me-review pengetahuan dan ketrampilan prasyarat. Dalam tahap ini guru mengajukan pertanyaan untuk mengungkap pengetahuan dan keterampilan yang telah di kuasai siswa.
•Menyampaikan materi pelajaran. Dalam fase ini, guru menyampaikan materi, menyajikan informasi, memberikan contoh – contoh, mendemontrasikan konsep dan sebagainya.
          •Melaksanakan bimbingan. Bimbingan dilakukan dengan mengajukan pertanyaan – pertanyaan untuk menilai tingkat pemahaman siswa dan mengoreksi kesalahan konsep.
          •Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih. Dalam tahap ini, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih keterampilannya atau menggunakan iformasi baru secara individu atau kelompok.
     • Menilai kinerja siswa dan memberikan umpan balik. Guru memberikan reviu terhadap hal – hal yang telah dilakukan siswa, memberikan umpan balik terhadap respon siswa yang benar dan mengulang keterampilan jika diperlukan.
• Memberikan latihan mandiri. Dalam tahap ini, guru dapat memberikan tugas – tugas mandiri kepada siswa untuk meningkatkan pemahamannya terhadap materi yang telah mereka pelajari.

E.     Kelebihan Dan Kekurangan Pembelajaran Langsung
Kelebihan Pembelajaran Langsung
Strategi pembelajaran langsung sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran matematika karena itu adanya kelebihan pada pembelajaran ini yaitu:
Guru dapat memberikan apa yang dia kuasai kepada muridnya sehingga adanya timbal balik di dalam proses pembelajaran.
  Siswa dibimbing untuk dapat memecahkan masalah sehingga daya berpikir mereka semakin berkembang dan baik.
  Mengembangkan sikap mandiri siswa dalam menemukan dan mencari akan permasalahan yang ada.
  Memberikan penguatan yang positif kepada anak untuk dapat meyakini dirinya akan hal-hal yang berat dan penuh rintangan.
  Dengan strategi pembelajaran langsung guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran dan dapat mengetahui sampai sejauh mana siswa menguasai bahan pelajaran yang disampaikan.
  Melalui strategi pembelajaran langsung selain siswa dapat mendengar melalui penuturan (kuliah) tentang suatu materi pelajaran, juga sekaligus siswa bisa melihat atau mengobservasi (melalui pelaksanaan demonstrasi).
  Strategi pembelajaran ini bisa digunakan untuk jumlah siswa dan ukuran kelas yang besar.
  Kekurangan Pembelajaran Langsung
Strategi pembelajaran langsung selain memikiki kelebihan juga memiliki kekurangan antara lain:
  Strategi pembelajaran ini hanya dapat dilakukan terhadap siswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik. Untuk siswa yang tidak memiliki kemampuan seperti itu perlu dilakukan strategi yang lain.
  Tidak dapat melayani perbedaan setiap individu baik perbedaan kemampuan, pengetahuan, minat, bakat serta perbedaan gaya belajar.
  Strategi ini lebih banyak diberikan melalui ceramah, maka akan sulit mengembangkan kemampuan siswa dalam hal kemampuan sosialisasi, hubungan interpersonal, serta kemampuan berfikir kritis.
  Keberhasilan strategi ini sangat tergantung kepada apa yang dimiliki guru, seperti persiapan, pengetahuan, rasa percaya diri, semangat, motivasi dan  berbagai kemampuan. Tanpa itu sudah dapat dipastikan proses pembelajaran tidak mungkin berhasil.



BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
            Pembelajaran langsung adalah model pembelajaran yang dirancang untuk mengajarkan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang diajarkan tahap demi tahap. Pembelajaranlangsungmempunyaiciri-cirisebagaiberikut: (1) Adanya tujuan pembelajaran dan prosedur penilaian hasil belajar, (2)Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran, (3) Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang mendukung berlangsung dan   berhasilnya pengajaran.
   Strategi pembelajaran langsung melalui berbagai pengetahuan secara aktif merupakan cara untuk mengenalkan siswa kepada materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga dapat menggunakannya untuk menilai tingkat pengetahuan siswa sambil melakukan kegiatan pembentukan tim. Cara ini cocok pada segala ukuran kelas dengan materi pelajaran apapun.
Strategi pembelajaran ini berguna dalam mata pelajaran matematika yang akan membawa setiap siswa untuk menjadi lebih efektif dalam belajar. Tentunya seorang guru, dituntut untuk mampu mengembangkan serta menerapkankannya dalam proses pembelajaran. Sehingga dengan demikian efektivitas pembelajaran matematika akan berjalan dengan baik dan berkualitas.











DAFTAR PUSTAKA

                   diakses tanggal 10 november 2013      

http://tarmizi.wordpress.com/2009/01/05/strategi-pembelajaran-langsung-melalui-berbagi-pengetahuan-secara-aktif  diakses tanggal 10 november 2103  

http://muhfida.com/model-pengajaran-langsung  diakses tanggal  11  november 2013
Sanjaya, Wina. 2008. StrategiPembelajaran, Jakarta :Kencana.







DAFTAR ISI

Daftar Isi .....................................................................................................        i
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang ............................................................................................       1
Rumusan Masalah .......................................................................................       1
Tujuan Penulisan .........................................................................................       2
BAB II PEMBAHASAN
Pengertian Pembelajaran Langsung ............................................................       3
Ciri – Ciri Pembelajaran Langsung .............................................................       3
Metode Pembelajaran Langsung .................................................................       4
Langkah-langkah Metode Pembelajaran Langsung.....................................       5
Kelebihan Dan Kekurangan Pembelajaran Langsung..................................       6     
BAB III PENUTUP
Kesimpulan..................................................................................................       8
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................       9
LAMPIRAN – LAMPIRAN







i
 
 



MAKALAH
MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG
( DIRECT INSTRUCTION )

Dosen Pembimbing :
LULUK FARIDAH , M.Pd


Nama Kelompok:
   Ahmad Rofi’ul Umam             12311528
   Wahyu Ningsih           12311548


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM DARUL ULUM LAMONGAN

2013

makalah MKPBM

BAB I

PENDAHULUAN

1.     Latar Belakang Masalah

Bahasa Indonesia merupakan pelajaran yang akan mendidik siswa untuk dapat berkomunikasi dengan baik dan benar, maka dari itu kita sebagai guru harus mampu mengemas mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan baik supaya anak didik kita lebih tertarik dan menyukai mata pelajaran Bahasa Indonesia, salah satu cara supaya pembelajaran Bahasa Indonesia lebih menyenangkan adalah dengan bantuan alat peraga yang tepat dan juga menggunakan pendekatan yang tepat pula.

Salah satu pendekatan yang bisa dipakai dalam pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah pendekatan terpadu atau integratif. Pendekatan terpadu ini ada dua macam yaitu pendekatan terpadu internal dan pendekatan terpadu eksternal. Pendekatan terpadu internal bidang studi adalah pendekatan yang keterkaitan yang terjadi antar bahan pelajaran bahasa itu sendiri, sedangkan pendekatan terpadu eksternal adalah pendekatan yang keterkaitan antara bidang studi bahasa dengan bidang studi yang lain. Dalam makalah ini penulis akan mencoba mengulas pengaruh penggunaan pendekatan terpadu bagi siswa SD Kelas II.

2.      Rumusan Masalah

Sehubungan dengan latar belakang tersebut, maka masalahnya akan dirumuskan secara terperinci untuk mempermudah dalam merumuskan tujuan penulisan yang hendak dicapai. Adapun rumusan masalah penulisan adalah sebagai berikut.

A.                Pengertian metode Integratif

B.                 Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran Bahasa.

C.                 Pendekatan-pendekatan Dalam Pembelajaran Bahasa.

D.                Ciri-ciri Pendekatan Integratif

E.                 Hubungan Pendekatan Integratif dengan Pembelajaran Bahasa


3.      Tujuan Penulisan

Dalam penulisan makalah ini kami sebagai penulis menggunakan metode daftar pustaka, mencari dari berbagai media, baik dari media elektronik maupun media cetak.

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

1.     Apa itu pengertian metode integrative?

2.     Untuk mengetahui bagaimana Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran Bahasa?

3.     Apa saja Pendekatan-pendekatan Dalam Pembelajaran Bahasa?

4.     Apa saja ciri-ciri metode Integratif?

5.     Apa hubungan pendekatan Integratif dengan Pembelajaran Bahasa?





















BAB II

PEMBAHASAN

1.     Pengertian Metode Integratif

Pendekatan integratif dapat diartikan sebagai penyatuan berbagai aspek ke dalam satu keutuhan yang padu. Salah satu pendekatan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan belajar-mengajar bahasa Indonesia dalam Kurikulum Bahasa Indonesia adalah pendekatan integratif (Imam Syafi’ie, Mam’ur Saadie, Roekhan. 2001: 2.19).

Pendekatan Integratif dapat dimaknakan sebagai pendekatan yang menyatukan beberapa aspek ke dalam satu proses. Integratif terbagi menjadi interbidang studi dan antarbidang studi. Interbidang studi artinya beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan. Misalnya, mendengarkan diintegrasikan dengan berbicara dan menulis. Menulis diintegrasikan dengan berbicara dan membaca. Materi kebahasaan diintegrasikan dengan keterampilan bahasa. Integratif antarbidang studi merupakan pengintegrasian bahan dari beberapa bidang studi. Misalnya, bahasa Indonesia dengan matematika atau dengan bidang studi lainnya.

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, integratif interbidang studi lebih banyak digunakan. Saat mengajarkan kalimat, guru tidak secara langsung menyodorkan materi kalimat ke siswa tetapi diawali dengan membaca atau yang lainnya. Perpindahannya diatur secara tipis. Bahkan, guru yang pandai mengintegrasikan penyampaian materi dapat menyebabkan siswa tidak merasakan perpindahan materi. Integratif sangat diharapkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Pengintegrasiannya diaplikasikan sesuai dengan kompetensi dasar yang perlu dimiliki siswa. Materi tidak dipisah-pisahkan. Materi ajar justru merupakan kesatuan yang perlu dikemas secara menarik.

2.      Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran Bahasa

Dalam proses belajar mengajar, kita mengenal istilah pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Istilah-istilah tersebut sering digunakan dengan pengertian yang sama, artinya orang menggunakan istilah metode dengan pengertian yang sama dengan pendekatan, demikian pula dengan istilah teknik dan metode. Sebenarnya, ketiga istilah tersebut mempunyai makna yang berbeda, walaupun dalam penerapannya ketiga-tiganya saling berkaitan. Tentang hal ini, Ramelan (1982) mengutip pendapat Anthony yang mengatakan bahwa pendekatan ini mengacu pada seperangkat asumsi yang saling berkaitan, dan berhubungan dengan sifat bahasa serta pengajaran bahasa. Pendekatan merupakan dasar teoritis untuk suatu metode.

Asumsi-asumsi tersebut diatas menimbulkan adanya pendekatan-pendekatan yang berbeda yakni :

1.            Pendekatan yang mendasari pendapat bahwa belajar berbahasa, berarti berusaha membiasakan diri menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Tekanannya pada pembiasaan.

2.            Pendekatan yang didasari pendapat bahwa belajar berbahasa, berarti berusaha untuk memperoleh kemampuan berkomunikasi secara lisan. Tekanan pembelajarannya pada kemampuan berbicara.

3.            Pendekatan yang didasari pendapat bahwa pembelajara bahasa, yang harus diutamakan ialah pemahaman akan kaidah-kaidah yang mendasari ujaran, tekanan pembelajaran pada aspek kognitif bahasa bukan pada kemampuan menggunakan bahasa.

a.        Metode

Metode pembelajaran bahasa ialah rencana pembelajaran bahasa, yang mencakup pemilihan, penentuan, dan penyusunan secara sistematis bahan yang diajarkan, serta kemungkinan pengadaan remedi dan bagaimana pengembangannya. Pemilihan, penentuan, dan penyusunan bahan ajar secara sistematis, dimaksudkan agar bahan ajar tersebut mudah diserap dan dikuasai oleh siswa. Semua itu didasarkan pada pendekatan yang dianut, dengan kata lain, pendekatan merupakan penentu metode yang digunakan.

Metode, mencakup pemilihan dan penetuan bahan ajar serta kemungkinan pengadaan remedi dan pengembangan bahan ajar tersebut. Dalam hal ini guru menetapkan tujuan yang hendak dicapai. Kemudian ia mulai memilih bahan ajar. Sesudah itu bahan ajar tersebut disusun menurut urutan tingkat kesukarannya. Disamping itu guru juga merencanakan pula cara mengevaluasi, mengadakan remedi serta pengembangan bahan ajar tersebut.

b.            Tekhnik

Teknik pembelajaran merupakan cara guru menyampaikan bahan ajar yang telah disusun (dalam metode), berdasarkan pendekatan yang dianut. Teknik yang digunakan oleh guru bergantung pada kemampuan guru itu mencari akal atau siasat agar proses belajar mengajar dapat berjalan lancar dan berhasil dengan baik. Dalam menetukan teknik pembelajaran ini, guru perlu mempertimbangkan situasi kelas, lingkungan, kondisi siswa, sifat-sifat siswa, dan kondisi-kondisi lainnya. Untuk metode yang sama, dapat digunakan teknik pembelajaran yang berbeda-beda, tergantung pada berbagai faktor tersebut.

Dari uraian diatas dapat dikatakan teknik pembelajaran adalah siasat yang dilakukan oleh guru dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk memperoleh hasil yang optimal.

3.      Pendekatan-pendekatan Dalam Pembelajaran Bahasa

Pendekatan yang telah lama diterapkan dalam pembelajaran bahasa, anatar lain ialah pendekatan tujuan dan pendekatan struktural. Kemudian menyusul pendekatan yang dipandang lebih sesuai dengan hakekat dan fungsi bahasa, yakni pendekatan komunitatif dan pendekatan terpadu.

a.      Pendekatan Tujuan

Pendekatan tujuan ini dilandasi oleh pemikiran bahwa dalam setiap kegiatan belajar mengajar, yang harus dipikirkan dan ditetapkan terlebih dahulu ialah tujuan yang hendak dicapai. Dengan memperhatikan tujuan yang telah ditetapkan itu dapat ditentukan metode mana yang akan digunakan dan teknik pengajaran yang bagaimana yang diterapkan agar tujuan pembelajaran tersebut dapat dicapai. Jadi proses belajar mengajar ditentukan oleh tujuan yang ditetapkan, untuk mencapai tujuan itu sendiri. Berdasarkan pendekatan tujuan, maka yang penting adalah tercapainya tujuan. Adapun proses pembelajarannya, bagaimana metodenya, bagaimana teknik pembelajarannya tidak merupakan masalah penting.

Penerapan pendekatan tujuan ini sering dikaitkan dengan “cara belajar tuntas”. Berarti suatu kegiatan belajar mengajar dianggap berhasil, apabila sedikit-dikitnya 85 % dari jumlah siswa yang mengikuti pelajaran itu menguasai minimal 75 % dari bahan ajar yang diberikan guru. Penentuan keberhasilan itu didasarkan hasil tes sumatif. jika sekurang-kurangnya 85 % Dari jumlah siswa dapat mengerjakan atau dapat menjawab dengan betul minimal 75 % dari soal yang diberikan oleh guru maka pelajaran dapat dianggap berhasil.

b.      Pendekatan Struktural

Pendekatan struktural merupakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran bahasa, yang dilandasi oleh asumsi yang menganggap bahasa sebagai seperangkat kaidah. Atas dasar anggapan tersebut timbul pemikiran bahwa pembelajaran bahasa harus diutamakan penguasaan kaidah-kaidah bahasa atau tata bahasa. Oleh sebab itu pembelajaran bahasa perlu dititik beratkan pada pengetahuan tentang struktur bahasa yang tercakup dalam fonologi, morfologi, dan sintaksis. Dalam hal ini pengetahuan tentang pola-pola kalimat, pola kata, dan suku kata menjadi sangat penting, jelas, bahwa aspek kognitif bahasa diutamakan. Disamping kelemahan, pendekatan ini juga memiliki kelebihan. Dengan pendekatan struktural siswa akan menjadi cermat dalam menyusun kalimat, karena mereka memahami kaidah-kaidahnya.

c.          Pendekatan Komunikatif

Pendekatan komunikatif berorientasi pada proses belajar- mengajar bahasa berdasarkan tugas dan fungsi berkomunikasi. Prinsip dasar pendekatan komunikatif ialah: a) materi harus terdiri dari bahasa sebagai alat komunikasi, b) desain materi harus menekankan proses belajar-mengajar dan bukan pokok bahasan, dan c) materi harus memberi dorongan kepada pelajar untuk berkomunikasi secara wajar ( Siahaan dalam Pateda, 1991:86).

d.         Pendekatan Terpadu

Pendekatan Integratif atau terpadu adalah rancangan kebijaksanaan pengajaran bahsa dengan menyajikan bahan-bahan pelajaran secara terpadu, yaitu dengan menyatukan,menghubungkan,atau mengaitkan bahan pelajaran sehingga tidak ada yang berdiri sendiri atau terpisah-pisah.

Pendekatan terpadu terdiri dari dua macam :

a.       Integratif Internal yaitu keterkaitan yang terjadi antar bahan pelajaran itu sendiri, misalnya pada waktu pelajaran bahasa dengan fokus menulis kita bisa mengaitkan dengan membaca dan mendengarkan juga.

b.      Integratif Eksternal yaitu keterkaitan antara bidang studi yang satu dengan bidang studi yang lain, misalnya bidang studi bahasa dengan sains dengan tema lingkungan maka kita bisa meminta siswa membuat karangan atau puisi tentang banjir untuk pelajaran bahasanya untuk pelajaran sainsnya kita bisa menghubungkan dengan reboisasi atau bisa juga pencemaran sungai.

Pendekatan pembelajaran terpadu adalah seperangkat asumsi yang berisikan wawasan dan aktifitas berfikir dalam merencanakan pembelajaran dengan memadukan pengetahuan, pengalaman dan keterampilan sebagai area isi kegiatan belajar mengajar. Pendekatan pembelajaran terpadu,menurut Aminuddin (1994), merupakan perencanaan dan proses pembelajaran yang ditujukan untuk menguntai tema, topik, pemahaman, dan pengalaman belajar secara terpadu. Pembelajaran terpadu itu sebagai wawasan dan bentuk kegiatan berfikir ketika guru merencanakan kegiatan belajar mengajar dengan berlandas tumpu pada prinsip-prinsip:

1.      Humanisme

Manusia secara fitrah memiliki bekal yang sama dalam upaya memahami sesuatu. Implikasi wawasan tersebut dalam kegiatan pendidikan

a. Guru bukan satu-satunya sumber informasi

b.Siswa disikapi sebagai subjek belajar yang kreatif mampu menemukan pemahaman sendiri.

c. Dalam proses belajar mengajar, guru lebih banyak bertindak sebagai model, teman pendamping, pemotivasi, penyedia bahan pembelajaran, aktor yang juga bertindak sebagai pebelajar.

2.         Progresifisme

Prilaku manusia dilandasi motif dan minat tertentu. Implikasi wawasan tersebut dalam kegiatan pendidikan :

a.    Isi pembelajaran harus memiliki kegunaan bagi pebelajar secara aktual.

b.   Dalam kegiatan belajarnya siswa harus menyadari manfaat pengusaan isi pembelajaran itu bagi kehidupannya.

c.    pembelajaran harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan, pengalaman dan pengetahuan pebelajar.

3.         Rekonstruksionisme

Manusia selain memiliki kesamaan juga memiliki kekhasan. Implikasi wawasan tersebut dalam kegiatan pendidikan :

a.       Layanan pembelajaran selain bersifat klasikal juga bersifat individual

b.      Pebelajar selain ada yang menguasai isi pembelajaran secara cepat juga ada yang menguasai isi secara lambat

c.       perlu disikapi sebagai subjek yang unik, baik itu menyangkut proses merasa, berfikir dan karakteristik individualnya sebagai hasil bentukan lingkungan keluarga, teman bermain, maupun lingkungan kehidupan sosial masyarakatnya.

4.      Ciri-Ciri Pendekatan Integratif

Ciri-ciri pendekatan integrative dalam (Zuchdi, 1997) itu antara lain:

  1. berpusat pada siswa,
  2. memberikan pengalaman langsung pada anak,
  3. pemisahan antarbidang studi tidak begitu jelas,
  4. menyajikan konsep dari berbagai bidang studi dalam satu proses pembelajaran,
  5. bersifat luwes, dan
  6. hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.


5.      Hubungan Pendekatan Integratif dengan Pembelajaran Bahasa

Dalam bentuk wacana semua pembelajaran bahasa dalam bentuk struktural itu dipadukan sehingga tampak lebih menarik. Pembelajar Bahasa harus menguasai keempat keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan, membaca, berbicara, dan menulis. Dalam pembelajaran Bahasa, minimal dua keterampilan dari empat keterampilan itu harus dipadukan dalam satu kegiatan berturutan. Berbahasa selalu terpaut dengan tema tertentu, ada “sesuatu” yang dibicarakan dalam berbahasa. Di sekolah “sesuatu” itu bisa tercakup dalam bidang studi Matematika, IPA, IPS, dan sebagainya. Proses pembelajaran terpadu menghendaki antara materi sastra dan Bahasa memiliki kedudukan sejajar. Keduanya saling menunjang dan berhubungan secara simbiosis mutualistis. Yang penting, pengajaran sastra menghendaki situasi pengajaran yang kreatif. Pendekatan delivery system, yang menghendaki sekolah sebagai agen menghafal, sebaiknya diubah menjadi agen mencipta, mencerna, menghayati seluruh persoalan hidup dan berusaha memecahkannya. Itulah sebabnya, diperlukan pengajar yang benar-benar konstruktivistik. Pengajar semacam ini akan mampu memadukan aspek Bahasa dan sastra secara arif. Melihat contoh tersebut dapat kita ketahui bahwa pendekatan integratif itu memiliki hubungan dengan pembelajaran bahasa.












BAB III

PENUTUP

1.     Kesimpulan

Upaya guru untuk mengaktifkan proses pembelajaran dilakukan dengan melengkapi alat peraga dan menyiapkan teks bacaan, ini sesuai dengan peran guru sebagai fasilitator dan dinamisator.Dalam penyampaian materi, pembelajaran dipadukan baik secara intra bidang studi seperti aspek membaca, menyimak, berbicara, dan menulis dan sekaligus antar bidang studi seperti dengan materi IPA, IPS, PPKn, dan Kesenian dengan cukup luwes sehingga tidak tampak batas antara bidang studi satu dengan yang lain. Dengan bahasa verbal yang diwarnai dialek Betawi, komunikasi antara guru dengan murid menjadi lancar dan materi diri guru cepat dipahami murid. Jadi selama proses pembelajaran guru menyesuaikan dengan lingkungan hidup anak agar hasilnya sesuai dengan peristiwa dan keadaan yang dihadapi anak sehari-hari. Kemudian pada saat menjelaskan materi pelajaran guru menggunakan pertanyaan dan pernyataan dalam bahasa verbal dengan kalimat yang belum lengkap dan respons belajar murid menjadi aktif dan hidup. Jadi dalam aktivitas itu terjadi perubahan tingkah laku karena belajar meskipun dalam tingkat yang sederhana.

2.     Saran

Hasil penelitian ini dapat membuktikan bahwa dalam pembelajaran bahasa Indonesia sangat relevan dengan kebutuhan perkembangan dan sangat bermakna bagi anak. Oleh karena itu alangkah baiknya apabila para pakar khususnya para pakar pendidikan ikut serta aktif dalam memasyarakatkan pembelajaran terpadu ini secara langsung ke sekolah-sekolah. Dari pihak guru, perlu sekali menyusun buku teks/ bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia dalam rangka pelaksanaan pembelajaran terpadu karena guru lebih mengetahui kebutuhan anak sesuai dengan lingkungan anak maupun lingkungan sekolah itu sendiri dengan bekerjasama dengan kepala sekolah dan orang tua dalam pengadaannya.